by

Inilah Penyebab dan Ciri Anak Tantrum, Serta Cara Cerdas Mengatasinya

Leantoro.com. Inilah Penyebab dan Ciri Anak Tantrum, Serta Cara Cerdas Mengatasinya. Tantrum atau emosi yang berlebihan pada seorang anak seringkali ditandai dengan anak yang menangis kencang bahkan tak jarang melempar barang dan hal tersebut sering terjadi dan berulang pada anak balita.

Sesungguhnya anak tantrum merupakan hal yang normal dan lumrah terjadi pada anak yang kadang memiliki keterbatasan untuk mengekspresikan perasaannya.

Orangtua sering kali dilanda rasa bingung dan panik apabila sang anak mengalami tantrum. Namun yang perlu diingat saat anak tantrum usahakan agar setiap orangtua tetap tenang dan hindari untuk memarahi anak.

Namun, tantrum pada anak tidak boleh dibiarkan dan orangtua juga harus memahami pola tantrum yang dialami oleh anak, mulai dari marah dan frustrasi, hingga perilaku yang sulit diatasi dan dikendalikan seperti tangisan, jeritan, dan kasar yang disertai dengan memukul-mukul atau menendang, hingga berlarian menghindari hal yang menjadi pemicu.

Contents

Penyebab Anak Tantrum

Paling sering Anak Tantrum terjadi saat usia 1-4 tahun, hal ini bisa terjadi karena komunikasi si kecil belum berkembang dengan baik, sehingga sulit mengekspresikan diri dan emosinya dengan cara yang tepat.

Namun ada juga tantrum yang terjadi saat anak merasa sudah mandiri, karena anak mendapat pengaruh perilaku dari orang lain.

Adapun beberapa Penyebab Anak Mengalami Tantrum antara lain:

1. Temperamen

Tempramen dari lingkungan sekitar, termasuk keluarga dan lingkungan tempat tinggal bisa mempengaruhi cepat dan kuatnya reaksi anak-anak terhadap sebuah peristiwa yang membuat frustrasi dirinya. Dan hal ini seringkali membuat anak lebih mudah mengamuk.

2. Stimulasi Berlebihan

Kecenderungan pada anak yang mengalami stres atau phobia hal tertentu, akan membuat anak bisa mengalami tantrum. Selain itu, lapar, lelah, dan kejadian yang berlebihan semakin mempersulit anak-anak untuk mengekspresikan dan mengelola perasaan dan perilakunya sehingga tantrum bisa terjadi.

Bahkan ada anak yang terstimulasi karena cahaya terang, maupun suara keras, juga kebisingan pada kerumunan bisa  juga  membuat mereka gelisah dan melampiaskan dengan apa yang tampak seperti tantrum.

3. Situasi atau kejadian di luar kendali

Situasi yang berada di luar kendali juga bisa menyebabkan anak tantrum karena mengganggu perasaan anak. Hal ini biasanya bisa terjadi saat mainan kesukannya diambil anak lain atau terselip tidak ketemu.

4. Emosi yang berlebihan

Kekhawatiran yang berlebihan serta rasa cemas dan ketakutan, rasa malu dan marah bisa menjadi beban bagi anak-anak, dan hal tersebut bisa menjadi tidak terkontrol dan hal tersebut akan memperparah tantrum.

5. Masalah di sekolah

Masalah yang kerap terjadi karena kesulitan belajar disekolah juga masalah sosialisasi dan perilaku di sekolah bisa juga menyebabkan anak merasa gagal hingga berakibat tantrum pada anak meski pelampiasannya tidak serta merta saat itu juga, dan anak akan melupakan perasaannya setelah pulang sekolah.

Ciri-ciri Anak Tantrum

Inilah beberapa ciri anak tantrum yang melewati batas kewajaran

1. Mengamuk dalam waktu lama

Salah satu ciri yang paling gampang dilihat anak mengalami tantrum apabila anak mengamuk lebih dari 30 menit dengan 10 hingga 20 kali tantrum, ini menunjukkan tantrum yang melewati batas.

2. Melukai diri diri sendiri

Tak jarang anak yang mengalami depresi berat, atau perilaku yang mengganggu lebih mungkin melukai diri mereka sendiri, seperti menggigit bagian tubuhnya, membenturkan kepala ke dinding, atau paling sering menendang benda untuk melukai kakinya.

3. Tidak bisa menenangkan diri

Ciri lainnya adalah anak tidak mampu menenangkan diri setelah tantrum. Anak-anak ini hampir setiap saat membutuhkan semacam kekuatan eksternal untuk menenangkan diri mereka disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan.

Cara mengatasi Anak Tantrum

Setiap orangtua pasti memiliki cara yang berbeda untuk mengatasi anak tantrum dan cara paling umum yang biasa dilakukan untuk menenangkan anak saat tantrum yaitu :

1. Harus tetap tenang

Saat anak secara tiba-tiba mengalami tantrum, luangkan waktu sejenak untuk menenangkan diri dan hindari  menanganinya dalam kondisi marah, karena situasi akan semakin sulit.

Dengan menenangkan diri, mulai dari kontrol suara dan bertindak tanpa melukai perasaan si kecil dan meninggalkan rasa sesal setelahnya.

2. Pahami perasaan anak

Tantrum selalu terjadi dengan latar belakang tertentu, sehingga orangtua dapat mengatasi dengan melihat dan memahami perasaan anak. Sehingga hati anak yang keras akan bisa luluh.

3. Tunggu tantrum pada anak mereda

Saat tantrum anak memuncak, orang tua tidak perlu langsung meminta anak untuk tenang dan diam, namun tetaplah untuk selalu berada di dekatnya, sehingga anak merasa bahwa orangtuanya ada untuk mendengarkan dan memahaminya.

4. Pegang kendali

Ini adalah langkah paling penting, jika anak tantrum karena menginginkan sesuatu. Maka selaku orangtua hindari untuk langsung memberikan keinginan anak, jadi orangtualah yang pegang kendali.

5. Ketahui pemicunya

Tantrum pada anak sering terjadi pada kondisi yang mudah ditebak. Misal saat waktunya tidur, namun anak tidak mau berhenti bermain, lelah atau lapar. Sehingga Orang tua dituntut bisa mengetahui pemicunya dan cara mengatasinya.

Nah, demikianlah Ciri Anak Tantrum, Penyebab dan Cara Mengatasinya sehingga orangtua bisa lebih mudah mengatasi apabila anak tantrum berlebihan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hot News