Membaca Berita, Memahami Dunia

IHSG Terseret ke Zona Merah, 5 Saham Ini Malah Meledak, Siapa Jadi Bintang Bursa

5 Saham Ini Meledak saat IHSG Terseret ke Zona Merah Siapa Jadi Bintang Bursa

Total Baca : 14
IHSG Terseret ke Zona Merah, 5 Saham Ini Malah Meledak, Siapa Jadi Bintang Bursa
IHSG Terseret ke Zona Merah, 5 Saham Ini Malah Meledak, Siapa Jadi Bintang Bursa

Leantoro.com – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 24 Agustus 2026, menyimpan kejutan. Ketika mayoritas saham harus berjuang menghadapi tekanan jual dan IHSG akhirnya ditutup melemah, sejumlah saham justru mampu mencatat kenaikan fantastis.

IHSG sebenarnya mengawali perdagangan dengan optimisme. Indeks sempat menanjak hingga menyentuh 6.551,003, setelah dibuka di sekitar level 6.544. Namun, momentum tersebut tak bertahan lama.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG justru bergerak di zona merah. Indeks sempat terperosok ke level 6.474,572 sebelum akhirnya mengakhiri perdagangan di 6.501,667.

Angka tersebut mencerminkan pelemahan 0,37 persen atau 24,023 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Tekanan juga terlihat dari komposisi saham. Sebanyak 384 saham ditutup melemah, sementara hanya 276 saham yang mampu menguat dan 303 saham lainnya berakhir stagnan.

Transaksi Tembus Rp14,27 Triliun

Aktivitas investor di pasar saham tetap cukup tinggi. Berdasarkan data IDX Mobile, volume perdagangan mencapai sekitar 34,23 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp14,27 triliun dan frekuensi transaksi sekitar 2,17 juta kali.

Kapitalisasi pasar BEI pada akhir perdagangan tercatat sekitar Rp11.404 triliun.

Namun, salah satu perhatian terbesar datang dari aktivitas investor asing. Pada perdagangan tersebut, investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp350,71 miliar.

Jika diakumulasikan sepanjang tahun berjalan, posisi net foreign sell mencapai sekitar Rp70,99 triliun. Sementara itu, investor domestik masih mendominasi aktivitas pasar dengan porsi sekitar 72 persen, berbanding 28 persen untuk investor asing.

Hampir Semua Indeks Ikut Tertekan

Pelemahan IHSG juga tercermin pada sejumlah indeks utama.

Indeks LQ45 turun 0,41 persen ke level 641,948. IDX30 melemah 0,39 persen menjadi 358,587, sedangkan IDX turun 0,27 persen ke 96,663.

Indeks IDXBUMN20 juga belum mampu keluar dari tekanan dan terkoreksi 0,26 persen ke level 321,711.

Dari sisi sektoral, tekanan jual bahkan terlihat lebih luas. Hanya sektor Basic Materials yang mampu mencatat kenaikan, yakni 1,38 persen ke level 1.832,887.

Sebaliknya, sektor Transportation & Logistic menjadi salah satu yang paling tertekan dengan penurunan 0,91 persen, disusul sektor Technology yang terkoreksi 0,77 persen.

PICO Justru Meledak 34 Persen

Di tengah kondisi pasar yang cenderung lesu, ada cerita berbeda dari sejumlah saham.

PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) menjadi perhatian setelah harganya melonjak 34,31 persen ke level 184. Kenaikan tersebut menempatkan PICO sebagai saham dengan performa paling tinggi dalam daftar top gainers perdagangan Senin.

Tak sendirian, Data Sinergitama Jaya (ELIT) juga mencatat lonjakan 34,03 persen ke level 256.

Berikut lima saham yang mencatat kenaikan terbesar:

  1. PICO: +34,31% → 184
  2. ELIT: +34,03% → 256
  3. SAFE: +24,87% → 492
  4. EKAD: +24,52% → 386
  5. CENT: +24,42% → 107

Lonjakan tersebut menjadi kontras menarik dengan kondisi IHSG yang justru berakhir di zona merah.

Bukan Semua Saham Beruntung

Di sisi berlawanan, sejumlah saham mengalami tekanan cukup dalam.

Island Concepts Indonesia (ICON) terkoreksi 9,63 persen ke level 122. Berikutnya, Maha Properti Indonesia (MPRO) turun 8,57 persen ke 12.000.

Saham Sidomulyo Selaras (SDMU) melemah 8,33 persen ke 88, sementara Citra Tubindo (CTBN) turun 8,07 persen menjadi 3.190. Adapun Paramita Bangun Sarana (PBSA) terkoreksi 6,94 persen ke 805.

Bursa Merah, Tapi Ada Saham yang Justru Berlari

Pergerakan perdagangan Senin memperlihatkan bahwa pelemahan IHSG tidak otomatis membuat seluruh saham jatuh bersamaan.

Di satu sisi, tekanan asing dan dominasi saham yang melemah membuat indeks utama berakhir negatif. Namun di sisi lain, sejumlah saham mampu mencatat kenaikan puluhan persen dan menjadi pusat perhatian pelaku pasar.

Bagi investor, pergerakan ekstrem seperti PICO dan saham-saham top gainers lainnya tentu menarik untuk dicermati. Namun, kenaikan harga yang sangat cepat juga perlu diikuti dengan analisis fundamental, likuiditas, serta risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan investasi.

Catatan: Data di atas menggambarkan kinerja perdagangan 24 Agustus 2026 dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu.

#IHSG, #Saham, #PICO, #ELIT, #SAFE, #EKAD, #CENT, #BEI, #Bursa Saham, #Investasi, #Pasar Modal, #TopGainers, #TopLosers, #InvestorAsing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *