by

Wajib Tahu! Pentingnya Vaksinasi Pneumokokus untuk Anak dan Dewasa

-Kesehatan, News-Artikel Ini Telah dibaca 61 Kali

Leantoro.com. Wajib Tahu! Pentingnya Vaksinasi Pneumokokus untuk Anak dan Dewasa. Mungkin kita jarang sekali mendengar Vaksin Pneumokokus, karena memang itu sebagai vaksin tambahan untuk kita. Nah, kita wajib tahu betapa pentingnya vaksin yang bisa mengatasi penyakit meningitis dan pneumonia ini.

Vaksinasi Adalah

Vaksinasi adalah suau tindakan medis penyuntikan mikroorganisme yang telah dilemahkan atau dibunuh ke dalam tubuh, atau bisa juga proses penyuntikan protein buatan laboratorium yang mirip dengan mikroorganisme tersebut.

tujuan dilakukannya proses Vaksinasi sebagai proses medis untuk meningkatan sistem kekebalan tubuh manusia supaya suatu saat,  ketika bibit penyakit pneumonia masuk ke dalam tubuh kita, maka tubuh kita sudah siap untuk bereaksi, sehingga penyakit tidak dapat berkembang.

Pentingnya Vaksinasi Pneumokokus

Vaksin pneumonia adalah vaksin yang sangat penting untuk menambah sistem kekebalan tubuh bayi, anak-anak, dan orang dewasa, vaksin penumonia sering disebut dengan Vaksin PCV atau pneumococcal conjugate vaccine adalah merupakan vaksin yang mengandung beberapa bagian atau sebagian atau sebagian kecil dinding sel bakteri pneumokokus yang telah dilumpuhkan.

Bakteri pneumokokus sangat berbahaya karena dapat menimbulkan penyakit infeksi yang berat, seperti meningitis, pneumonia (radang paru) , infeksi darah atau sepsis.

Siapa yang Perlu Menerima Vaksin Pneumonia?

Vaksin pneumonia harus diberikan kepada mereka yang memiliki tingkat kerentanan terhadap bakteri pneumokokus tinggi, yaitu pada anak berusia 5 tahun kebawah dan para lansia. Vaksin pneumonia sebaiknya diberikan untuk orang yang menderita penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti:

  • Penderita daya tahan tubuh yang lemah, karena terjangkit infeksi HIV juga bisa karena efek samping kemoterapi
  • Penderta kelainan bawaan sejak lahir atau biasa disebut kelainan kongenital, seperti penderita penyakit jantung bawaan
  • Penderita asma kronis, penderita diabetes kronis, dan penderita gagal ginjal kronis
  • Penderita Kelainan darah, seperti Penderita thalasemia dan Penderita anemia sel sabit
  • Orang yang memiliki riwayat operasi, seperti operasi implan koklea, pengangkatan limpa atau transplantasi organ
  • Orang yang memiliki kebiasaan merokok

Meski memiliki peran yang sangat penting untuk mencegah penyakit pneumonia dan beragam infeksi, pemberian Vaksin Dewasa khususnya vaksin pneumonia tidak boleh sembarangan diberikan terutama pada ibu hamil dan menyusui, orang yang sedang mengalami kenaikan suhu yang drastis atau mengalami demam, dan juga orang yang memiliki riwayat alergi terhadap vaksin.

Jenis Vaksin Pneumonia

Saat ini ada 2 jenis vaksin pneumonia dan pemberian vaksin tersebut disesuaikan dengan usia serta kondisi kesehatan secara menyeluruh. Kedua jenis vaksin pneumonia yaitu:

Pneumococcal conjugate vaccine (PCV) atau PCV13

Pneumococcal conjugate vaccine atau Vaksin PCV merupakan jenis vaksin pneumonia yang sebisa ungkin diberikan pada anak saat usianya kurang dari 2 tahun. Namun, juga dapat diberikan pada anak usia 2 tahun lebih dan dapat juga diberikan kepada orang dewasa yang memiliki risiko terkena infeksi pneumokokus tinggi. Ada sekitar 13 jenis bakteri penyebab pneumonia yang dapat dilumpuhkan dengan Vaksin PVC

Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV) atau PPSV23

Pneumococcal polysaccharide vaccine atau biasa disebut Vaksin PPV atau Vaksin PPSV23 adalah merupakan vaksin yang didalamnya terkandung molekul polisakarida yaitu molekul yang menyerupai bagian dari dinding sel bakteri pneumokokus.

PPV merupakan vaksin yang sangat dibutuhkan dan sangat penting diberikan pada usia lanjut, dewasa, dan anak berusia lebih dari 2 tahun yang memiliki risiko tinggi terkena infeksi pneumokokus.

Efektivitas Vaksin PPV dalam mencegah infeksi pneumokokus berkisar 50–70% dan mampu melindungi tubuh kita dari 23 jenis bakteri pneumokokus.

Jenis Vaksin Lain Sebagai Vaksin Pneumonia

Kita harus tahu, bahwa pneumonia dan meningitis juga bisa disebabkan oleh bakteri selain bakteri pneumokokus, yaitu infeksi bakteri Haemophilus influenzae type B (Hib). Di Indonesia dan negara berkembang lainnya, bakteri penumonia menjadi salah satu penyebab utama penyakit pneumonia dan meningitis. Vaksin Hib di Indonesia biasanya diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi DPT-HB-Hib.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) jadwal pemberian vaksin Hib pada bayi harus dilakukan secara bertahap saat bayi berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan dosis pengulangan diberikan saat bayi berusia 15–18 bulan.

Tahukah Anda, bahwa ternyata Vaksin Campak juga termasuk dalam vaksin untuk mencegah pneumonia. Hal tersebut karena ternyata pneumonia juga bisa disebabkan oleh komplikasi dari penyakit campak.

Jadwal Pemberian Vaksin Pneumonia

Jadwal pemberian vaksin pneumokokus berbeda-beda hal tersebut didasarkan atas usia penerima vaksin. Vaksin pneumonia sebisa mungkin diberikan pada anak berusia di bawah 1 tahun dengan pemberian sebanyak 3 kali, yaitu usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan dan saat anak berusia 12–15 bulan bisa lakukan imunisasi atau vaksinasi ulang.

Sedangkan pemberian vaksin dewasa dibagi menjadi 2 tahap. Vaksin pneumonia tahap pertama bisa diberikan vaksin jenis PCV, kemudian jeda waktu 1 tahun setelah pemberian vaksin PCV baru bisa dilakukan vaksinasi PPV

Klinik Penyedia Vaksin Pneumonia di Kota Medan

Untuk Anda yang berada di Kota Medan dan hendak melakukan vaksin Pneumonia, Anda bisa datang langsung ke klinik Vaksin Medan berikut ini :

ZAP Premiere Medan yang beralamatkan di Jl. Iskandar Muda No.81, Babura, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara

Clinic Sun Plaza Medan yang berlokasi di Sun Plaza Level 2, Unit No. C15-16 – No. 7, Jalan H. Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara

Efek Samping Vaksin Pneumonia

Pemberian vaksin pneumonia tentunya memiliki dampak atau menimbulkan efek samping yang hampir sama dengan vaksin lainnya, seperti demam ringan disertai nyeri dan bengkak di area penyuntikan vaksin.

Efek samping pemberian vaksin pneumonia bersifat ringan dan akan membaik dalam waktu sekitar 2–3 hari. Untuk efek samping yang berat atau menimbulkan alergi berat (anafilaksis) jarang sekali terjadi.

Kesimpulan Vaksin Pneumonia

Untuk mencegah infeksi bakteri pneumokokus yang sangat berbahaya perlu dilakukan pemberian vaksin Pneumonia sebagai langkah yang aman dan efektif untuk melemahkan bakteri penyebab meningitis dan Pneumonia.

Nah, jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik dalam 2 hari atau lebih atau justru malah muncul reaksi alergi berat, seperti kesulitan bernapas, badan menjadi lemas, atau bahkan hingga mengalami kejang dan pingsan segera berkonsultasi dengan dokter.

Di Indonesia, vaksin pneumonia merupakan vaksinasi pilihan dan Anda bisa mendapatkannya di klinik atau rumah sakit terdekat yang menyediakannya, jika Anda berada di Kota Medan, Anda bisa mendapatkan Vaksin Dewasa Pneumonia di

  • Klinik ZAP Premiere Medan yang beralamatkan di Jl. Iskandar Muda, No. 81 Babura, Kec. Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara dan di klinik ini hanya untuk Wanita
  • Klinik ZAP Clinic Sun Plaza Medan  yang berlokasi di Sun Plaza Level 2, Unit No. C15-16 – No. 7, Jalan H, Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara di sini juga hanya khusus untuk wanita

Dua klinik ini merupakan rekomendasi dari Halodoc.com yang merupakan salah satu startup Solusi Kesehatan Terlengkap di Indonesia.

Melalui Aplikasi Halodoc kita bisa mendapatkan banyak informasi tentang artikel kesehatan, informasi obat, kita juga bisa langsung bertanya kepada dokter serta bisa tahu jadwal praktek dokter di rumah sakit dan ada layanan baru terkait dengan informasi COVID-19.

Jadi Chat dokter, kunjungi rumah sakit, beli obat, cek lab dan update informasi seputar kesehatan, semua bisa di lakukan hanya melalui Halodoc!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed